Kala cinta dibuang,
nafsu berkuasa luluhkan nafasmu,
seakan bahagia kan bersamamu,
tanpa sadar dibajak iblis,
Anjing pemuja syetan dibalik dinding gelapnya,
menutup wajahnya bagaikan malaikat,
seolah tenangkan hatimu yang terguncang,
Kau anggap ini mudah,
seindah mata belati yang berkarat,
haus darah penenang jiwanya,
siap menikam punggungmu tanpa kau sadari,
hingga sekarat kau coba bertahan,
berharap ia menjadi malaikat pelindungmu,
kau anggap ia terkuat melindungimu,
ketika bahkan ia membunuhmu secara perlahan,
tanpa pernah kau sadar kau berharap,
Yang abadi ikuti jejakmu,
ketika sakit saksikanmu berjuang,
harapkan sesuatu yang tak pernah datang,
hanya dalam bayangmu dan mimpimu,
Menangislah ia
Di jalan panjang tak berujung kau tapaki,
jejak darah dan derita berikan petunjuk,
dengan cahaya cinta yang berpijar,
kulangkahkan kaki tak pernah letih,
hingga darah mengalir tersayat belati,
diujung senja yang kian gelap,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar