Aku dan ombak,
di tepian badai yang takkan surut
Semilir senja dan belaian luka
Jingga, hitam lalu menghilang
DISAPPEARING BOY
Selasa, 31 Oktober 2017
Biarlah Jadi Kenangan
Biarlah Jadi Kenangan
Mungkin saja gelap akan datang
Atau hanya sejenak
Tapi setelah ini tutup saja pintu dibelakang
Dan ia tak kan terbuka
Bisa kita dengar detak waktu bergemuruh
Memaksamu luruh
Dalam ruang abu
Saat kau coba kembali
Disana hanya ada sunyi
Senyum2 kecil terperangkap dalam pigura
Mungkin saja gelap akan datang
Atau hanya sejenak
Tapi setelah ini tutup saja pintu dibelakang
Dan ia tak kan terbuka
Bisa kita dengar detak waktu bergemuruh
Memaksamu luruh
Dalam ruang abu
Saat kau coba kembali
Disana hanya ada sunyi
Senyum2 kecil terperangkap dalam pigura
Selasa, 02 Desember 2014
Tanya
Tembok sadis terhalang sepi
Saksi dari tangisku yang tak terdengar
Terkekang diriku dalam kebuntuan
Mengutuk dendam yang tak terbalas
Masih terpaku disini tanpa alasan
Dari setiap tanya yang tak terjawab
Saksi dari tangisku yang tak terdengar
Terkekang diriku dalam kebuntuan
Mengutuk dendam yang tak terbalas
Masih terpaku disini tanpa alasan
Dari setiap tanya yang tak terjawab
Apa itu bahagia?
Dimanakah tempatnya?
Bagaimana aku bisa kesana?
Siapakah ia gerangan?
Kapankah aku berjumpa?
Mengapa tak pernah datang kepadaku?
Persetan dengan semua
Apa peduliku terhadap mereka
Yang kutahu saat ini
Hanya keadaan yang menyiksa
Bertahan sendiri
Terbelenggu dalam hidupku
Diperbudak tuntutan
Dimanakah tempatnya?
Bagaimana aku bisa kesana?
Siapakah ia gerangan?
Kapankah aku berjumpa?
Mengapa tak pernah datang kepadaku?
Persetan dengan semua
Apa peduliku terhadap mereka
Yang kutahu saat ini
Hanya keadaan yang menyiksa
Bertahan sendiri
Terbelenggu dalam hidupku
Diperbudak tuntutan
Kamis, 20 November 2014
Pelangi Senja
Jatuh
pena yang kugenggam
Patah
pensil yang kugenggam
Berkarat
belati yang kugenggam
Pelangi senja yang menghitam
Kutulis namamu ditepian ombak
Kulukis wajahmu ditengah badai
Kubunuh sepi dengan air mata
Akulah ombak yang tlah kering
Akulah badai yang kau benci
Bertahan dalam rasa sakit
Mencoba 'tuk relakan
pena yang kugenggam
Patah
pensil yang kugenggam
Berkarat
belati yang kugenggam
Pelangi senja yang menghitam
Kutulis namamu ditepian ombak
Kulukis wajahmu ditengah badai
Kubunuh sepi dengan air mata
Akulah ombak yang tlah kering
Akulah badai yang kau benci
Bertahan dalam rasa sakit
Mencoba 'tuk relakan
Minggu, 16 November 2014
Ketika Senja
Ketika senja menghadang
Sejuk, sepi, dan temaram
Langit menghitam melukis malam
Tanpa bintang tanpa rembulan
Diujung hari kuterpaku
Menunggu waktu dan tetap menunggu
Hingga malam kembali terbayang
Semakin mencekam dan menghitam
Kelam dan menakutkan
Hari hari yang kulalui serasa tak berarti
Terasa berat dan menyakitkan
Darah, keringat dan air mata
Kering terbakar dan percuma
Sia-sia termakan usia
Masihkah ada sedikit harapan?
Sekedar untuk memperpanjang nafas
Dan menjaga jantung ini tetap berdetak
Mengiringi waktu yang tak mau berhenti
Sejuk, sepi, dan temaram
Langit menghitam melukis malam
Tanpa bintang tanpa rembulan
Diujung hari kuterpaku
Menunggu waktu dan tetap menunggu
Hingga malam kembali terbayang
Semakin mencekam dan menghitam
Kelam dan menakutkan
Hari hari yang kulalui serasa tak berarti
Terasa berat dan menyakitkan
Darah, keringat dan air mata
Kering terbakar dan percuma
Sia-sia termakan usia
Masihkah ada sedikit harapan?
Sekedar untuk memperpanjang nafas
Dan menjaga jantung ini tetap berdetak
Mengiringi waktu yang tak mau berhenti
Jumat, 07 November 2014
Purnama Menghitam
Gelap datang purnama menghadang
Sambut kasih ia menangis
Dalam pelukan iblis ia bernyanyi
Hingga lara hatinya terkais
Dan sinarnya ditelan gerhana
Diantara cahaya yang menghitam
Bintang bintang masih indah berpijar
Pucuk pucuk mimpi dulu kudamba
kini habis terkikis kenyataan
Oh... purnama menghitam
Pucat pasi wajahmu kian kelam
Biarkan air mata mendera
Biarkan ia mengalir mencari bahagia
Mengikuti takdir yang tlah tercipta
Sambut kasih ia menangis
Dalam pelukan iblis ia bernyanyi
Hingga lara hatinya terkais
Dan sinarnya ditelan gerhana
Diantara cahaya yang menghitam
Bintang bintang masih indah berpijar
Pucuk pucuk mimpi dulu kudamba
kini habis terkikis kenyataan
Oh... purnama menghitam
Pucat pasi wajahmu kian kelam
Biarkan air mata mendera
Biarkan ia mengalir mencari bahagia
Mengikuti takdir yang tlah tercipta
Langganan:
Komentar (Atom)