Kamis, 20 November 2014

Pelangi Senja

Jatuh
pena yang kugenggam
Patah
pensil yang kugenggam
Berkarat
belati yang kugenggam

Pelangi senja yang menghitam
Kutulis namamu ditepian ombak
Kulukis wajahmu ditengah badai
Kubunuh sepi dengan air mata

Akulah ombak yang tlah kering
Akulah badai yang kau benci
Bertahan dalam rasa sakit
Mencoba 'tuk relakan

Minggu, 16 November 2014

Ketika Senja

Ketika senja menghadang
Sejuk, sepi, dan temaram
Langit menghitam melukis malam
Tanpa bintang tanpa rembulan

Diujung hari kuterpaku
Menunggu waktu dan tetap menunggu
Hingga malam kembali terbayang
Semakin mencekam dan menghitam
Kelam dan menakutkan

Hari hari yang kulalui serasa tak berarti
Terasa berat dan menyakitkan

Darah, keringat dan air mata
Kering terbakar dan percuma
Sia-sia termakan usia

Masihkah ada sedikit harapan?
Sekedar untuk memperpanjang nafas
Dan menjaga jantung ini tetap berdetak
Mengiringi waktu yang tak mau berhenti

Jumat, 07 November 2014

Purnama Menghitam

Gelap datang purnama menghadang
Sambut kasih ia menangis
Dalam pelukan iblis ia bernyanyi
Hingga lara hatinya terkais
Dan sinarnya ditelan gerhana

Diantara cahaya yang menghitam
Bintang bintang masih indah berpijar
Pucuk pucuk mimpi dulu kudamba
kini habis terkikis kenyataan

Oh... purnama menghitam
Pucat pasi wajahmu kian kelam
Biarkan air mata mendera
Biarkan ia mengalir mencari bahagia
Mengikuti takdir yang tlah tercipta

Rabu, 05 November 2014

Dendam yang Terlupakan

rasa yang mengakar jauh didalam jiwa
jiwa seorang pecundang
berharap jadi pemenang di hari mendatang
sesal dan rasa marah
menjadi teman yang selalu setia
terkekang dalam hidupnya sendiri

otak tak sanggup berfikir dan hati tak sanggup merasa
jiwa pun terasa semakin lemah
tertekan oleh semua tuntutan
dikelilingi kemunafikan
muak dengan keadaan yang ada
namun hanya bisa mengumpat
mencaci dan membenci

karena aku...
aku adalah bagian dari dendam
dendam yang terlupakan dan tak kasat

Tepenjara

Apakah kau pernah merasa hancur?
Apakah kau pernah merasa kehilangan tempat?
Tak dianggap dan diacuhkan?
Hingga kau ingin lari tinggalkan semua
Tapi kaki dan tanganmu terikat
Terpasung dan tak bisa bergerak
Hanya bisa teriak namun tak pernah terdengar

Dunia begitu luas, namun tak pernah kau jamah
karena kau terpenjara
Dunia begitu indah, namun tak pernah kau lihat
karena kau terpenjara
Dunia begitu kejam, dan hanya itu yang kau rasa

Tetap bertahan
Menunggu ditengah kepedihan
Berharap sesuatu keluarkanku dari sini
Berharap sesuatu bebaskanku dari sini
Dari belenggu yang kian menyiksaku

Minggu, 02 November 2014

Sakitmu dan Matiku

Suatu hari, aku berdiri diatas jasadku
Jasad yang kini tlah membusuk
Dengan wajah sayu kau datang menghampiriku

Apa pedulimu hari ini?
Akankah kau letakkan batu nisan diatas kuburku?
Atau setangkai mawar yang durinya membunuhku?

Apa yang ingin kau ambil dariku?
Tidak ada lagi yang tersisa kini
Hapus semua air matamu
Percuma kau banjiri wajahmu dngan tangismu
Itu tak kan sembuhkan lukamu

Penat

Kacau!!!....
Kepalaku pusing
Otakku serasa kupaksakan berpikir
Sedangkan aku tak pernah tau apa yang kupikirkan saat ini
Otakku berputar tanpa arah
Kepalaku seperti mau pecah
What the fuck is happening???!!

Hatiku resah tak terkendali
Diliputi rasa benci, muak, dan dendam
Aku tidak membenci siapa pun
Aku hanya muak dengan diri sendiri
Dendam dengan semua derita yang terjadi
Ingin kubunuh semua rasa ini
Kepenatan yang sungguh menyiksa

Hidup serasa terbelenggu
Mati pun aku takut

Menyerah

Menyerah tidak berarti putus asa meski kadang menderita

Melepas kepergian mencoba ikhlas
Menantang hari, tetap berdiri sendiri
Di pantai yang anarki
Penuh ombak dan badai menghantam
Runtuhkan kekang mulai berlari
Dimana syetan yang selalu berjanji
Indahnya fatamorgana pelangi senja

Sunset yang begitu kelam
Menggambarkan kekejaman malam dalam sunyi
kemana kau kembali?
Dimana kau ingin mati?
Menyerah atas apa yang kau temui

Kehilangan Jati Diri

Berjalan mulai lelah
Terdiam merasa bosan
Hanya bisa mencaci diri sendiri
Tanpa tau siapa aku ini

Keadaan sekelilimg yang tak pernah ku kenali
meski setiap hari aku disini

Merasa hilang akan kendali
Tak tau apa yang harus kulakukan
Frustasi dengan keadaan
Ingin turuti kata hati
Namun ia juga terdiam

Kepalaku dipenuhi rasa tak peduli
bahkan terhadap diri sendiri

Berjalan tetap berjanji
Berharap terang kan kembali ku jumpai
Berharap temukan jalan 'tuk kembali
Istirahatkan hati ini yang mulai letih

Bualan Angin Senja

Siulan angin sore di sudut kota
Kesunyian yang kadang kuimpikan
Temaniku menunggu senja menjelang
Hari hari menyebalkan mudah berlalu
Seperti esok hari yang akan terjadi

Kupandangi lembutnya kulit sang awan
Menutup keangkuhan panasnya mentari
Bagaikan mengurung raja dalam penjara
Hal yang sangat membosankan
menunggu terbebas dari kutukan
Ketika aku hanyalah malapetaka yang tak dikenal

Menjelang gelapnya senja aku terbisu
Dinginnya nafas nafas yang tak berarti
menerka esok hari yang akan terjadi
Salah jika kukatakan ini bermimpi
Mimpi hanyalah khayalan kosong saat kau tak mengerti
Bualan - bualan dari angin senja yang akan menjadi gelap
dingin dan menyakitkan

Sabtu, 01 November 2014

Anjing Pemimpi

Anjing kecil yang terluka
Terbaring bagaikan tidur panjang
mengelabuhi bayang mimpi abadi
Biarkan tubuh mungilnya terlindas roda kehidupan
Mesin waktu yang tak mau berhenti
Membuatnya terdampar ditepi jurang yang teramat dalam

Lembah dosa tempat mereka memuja
gelap dan menyilaukan
Membawa anjing tetap terpejam
Ketika ia tak bisa mencari tempat yang lebih terang
Tak ada pelangi seindah kemarin
Matahari tenggelam dan tak pernah terbit

Dalam pelukan malam anjing kecil merintih
Menangis dan bernyanyi
Mengharap belas kasih kabut malam
Terus bertanya namun hanya sepi
Hingga malaikat menjemputnya kembali

Drama Iblis

Dunia yang begitu luas
menjadi seragam dan membosankan
panggung sandiwara dengan cerita kejamnya
bodohnya para tokoh yang dilakoni
perjuangkan nafsu berakhir penyesalan
siksa yang terlalu besar
tak sebanding dengan nikmatnya

Dalam pelukan mesra sang iblis
luluhkan hatimu dalam dusta
Janji janji surga yang ia bisikan
berikanmu kekuatan besar tuk runtuhkan dunia
demi setetes madu yang kan basahi dahaga
manis menjadi pahit di kerongkongan

Sungguh kelicikan iblis semakin perkasa
harum baunya dalam busuknya
ketika kita terlupa kan terpikat
bahkan ketika jutaan korban menjadi derita
tak menjadikanmu takut

Hancur dunia berikan arti
belum berakhir panggung sandiwara
anak cucumu kan terus menikmati
menjadi tokoh tokoh bodoh yang tak tau diri
ajarkan mereka berjalan dengan baik
tutup mata dan telinga mereka
agar mereka dengarkan kesucian hati
agar mereka merasakan Tuhan
beri mereka tongkat penunjuk jalan

Mimpi yang Ku Kenang Tinggalkan Luka

Bintang bagaikan penuntun malamku
hilang sinarnya saatku jatuh
Setitik harapan yang kini harus ku kenang
Bagaikan belati,
menikam perlahan di dalam jantungku

Tertatih ku melangkahkan kaki ini
Deru nafasku seakan terhenti
menahan pedih atas takdirku
Akankah aku bisa bertahan seperti ini?

Menjadi pengecut,
pecundang yang mudah menyerah,
penakut yang tak bisa bebaskan egoku
Takut dalam bayanganku sendiri
Hingga gelap sembunyikanku dalam mimpi buruk
yang perlahan menjadi nyata

Menunggu diujung Senja

Kala cinta dibuang,
nafsu berkuasa luluhkan nafasmu,
seakan bahagia kan bersamamu,
tanpa sadar dibajak iblis,
Anjing pemuja syetan dibalik dinding gelapnya,
menutup wajahnya bagaikan malaikat,
seolah tenangkan hatimu yang terguncang,

Kau anggap ini mudah,
seindah mata belati yang berkarat,
haus darah penenang jiwanya,
siap menikam punggungmu tanpa kau sadari,
hingga sekarat kau coba bertahan,
berharap ia menjadi malaikat pelindungmu,
kau anggap ia terkuat melindungimu,
ketika bahkan ia membunuhmu secara perlahan,
tanpa pernah kau sadar kau berharap,

Yang abadi ikuti jejakmu,
ketika sakit saksikanmu berjuang,
harapkan sesuatu yang tak pernah datang,
hanya dalam bayangmu dan mimpimu,
Menangislah ia
Di jalan panjang tak berujung kau tapaki,
jejak darah dan derita berikan petunjuk,
dengan cahaya cinta yang berpijar,
kulangkahkan kaki tak pernah letih,
hingga darah mengalir tersayat belati,
diujung senja yang kian gelap,

Frustasi

Hancurkanku saat ku mulai
bangkit,
hancurkanku saat ku mulai
berdiri,
tlah letih kaki ini berpijak,
tlah lelah tanganku terus
bertahan,

Aku terpendam hilang
harapan,
tlah mati mimpi2 masa
kecilku,
biarlah semua jadi
kenangan dalam
ingatanku,
yang perlahan lenyap
ditelan kabut dendam,

Ketika mentari tlah letih
tuk berpijar,
tertidur dibalik gelap
malam,
tergantikan bulan dan
bintang,
anggun sinarnya menyapu
bumi,
terangi gelapnya hati para
pendosa,

Dan kumenangis kuras air
mata,
Oh Tuhan, tunjukanlah
jalanmu yang terang,
hey malaikat temaniku
langkahku
hahaha sudahlah, setan tertawa

Keramaian Sepi


 

Tak tahu yang harus ku lakukan
ragu ku beranjak
Tak pernah ku mengira
hidup begitu menyesakkan
penuh keangkuhan dan kemunafikan

Terkapar ku disudut sepi
tak tertolong menatap hari
menyendiri ku menangis
Ketika ku lihat disekelilingku
semakin ku merasa sendiri
tanpa seorang pun peduli
Tertawalah kalian diatas tangisku!

Kuharap dengan marah
Bisakah kalian menghargai keberadaanku?
Aku manusia
Telah lelah ku diacuhkan
Kalian temaniku namun tinggalkanku
dalam keramaian sepi yang menyiksa

Nafas untuk Koi

Seorang bekas sopir Ambulance di Belgia menunjukkan kebolehannya dalam memberikan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut kepada korban gangguan pernapasan. Namun, kali ini yang ia tolong bukanlah manusia, melainkan seekor ikan koi miliknya sendiri. Hahh!
Leo Van Aert ( 57 tahun ) melihat ikan koi kesayangannya mengambang diam di kolam di taman rumahnya di dekat kota pelabuhan Antwerpen, Belgia. Ia menduga ikan itu terkena serangan jantung dan segera mengangkatnya dari air serta memberikan pijatan jantung, sebelum akhirnya menempelkan bibirnya ke bibir ikan itu untuk memberi bantuan pernapasan.
Hal ini dilakukan dua kli. Saking senangnya, Van Aert akan memberi ikan itu nama sama dengan nama salah seorang cucunya.

sumber
Tim Grad, Menepuk Niat Menuai Apes ( Yogyakarta : Gradien Mediatama, 2011 ), halaman 36.

Fakta - Fakta Unik Green Day




Saya yakin kalian sudah tahu band yang satu ini ( yang belum tahu silahkan cari infonya di internet atau dimana saja sesuai selera... Hehehesmile, untuk yang males cari tahu pura - pura sudah tahu aja biar nggak ribet urusannya ). "Green Day" adalah nama band punk rock ternama asal amerika.

Berikut beberapa fakta unik dari " Green Day " :

1. Jika anda mendengar lagu " Macy's Day Parade ", lagu tersebut hampir sama dengan lagu Armada yang berjudul " Mau dibawa Kemana " diawalnya.
2. Kata " Dirnt " pada nama Mike Dirnt terbentuk ketika masa sekolahnya. Saat itu, Mike senang menirukan gaya pemain bass dengan suara tiruan bass yang berbunyi " dirnt... Dirnt... Dirnt... ". Maka teman - temanya memanggil Mike Dirnt. Nama aslinya Michael Ryan Pritchart.
3. Tre Cool pernah minum kopi dengan perasan susu anjing karena saat itu dia membutuhkan kopi dengan susu, tetapi dirumahnya tidak terdapat susu.
4. Lagu "1000 Hours","Dry Ice", dan "Going to Pasalacqua" diawali dengan nada yang sama.
5. Billie Joe bisa memiringkan bibirnya seperti Tukul Arwana. Contoh pada video "21 Guns" dan "Warning".
6. Green Day punya 2 lagu yang terdapat lirik : "1,2,(1,2,3,4) " yaitu "Hitchin a Ride" dan "St. Jimmy".
7. Album "Imsomniac" dibuat karena Billie Joe tak pernah bisa tidur setiap malam karena selalu mendengar tangisan anaknya yaitu Joey.
8. Kucing Billie yang bernama "Zero" mati didalam mesin cuci.
9. Nama panggilan Billie waktu sekolah adalah "Two Dollar Bill", karena ia menjual ganja harga 2 dollar.
10. Saat ditanya masa depannya Billie bilang akan menjadi pelatih soccer.
11. Mike membuat kunci bass "Longview" saat ia sedang mabuk, dan lupa saat keesokan harinya.
12. Mike mengalami hal sial di woodstock tahun 1994, ia ditabrak oleh penjaga yang salah mengira kalau dirinya adalah fans yang ingin menerobos keatas panggung, dan itu membuat beberapa giginya patah.
13. Mike selalu percaya kalau suatu saat bumi akan diambil alih oleh anjing. ( ingat cover album Dookie? )
14. Tre pernah menjadi ketua kelas saat SMA.
15. Tre hanya mempunyai satu "biji testikel", ia kehilangan yang satunya saat ia sedang bersepeda dan jatuh.
16. Tre pernah bertarung bersama ikan hiu, dan ia memukul ikan hiu itu dengan stick baseball beberapa kali, dan akhirnya hiu itu mati.

Artikel ini saya rangkum dari :
farizanwarfauzi.wordpress.com
greendaymaniac