Minggu, 02 November 2014

Bualan Angin Senja

Siulan angin sore di sudut kota
Kesunyian yang kadang kuimpikan
Temaniku menunggu senja menjelang
Hari hari menyebalkan mudah berlalu
Seperti esok hari yang akan terjadi

Kupandangi lembutnya kulit sang awan
Menutup keangkuhan panasnya mentari
Bagaikan mengurung raja dalam penjara
Hal yang sangat membosankan
menunggu terbebas dari kutukan
Ketika aku hanyalah malapetaka yang tak dikenal

Menjelang gelapnya senja aku terbisu
Dinginnya nafas nafas yang tak berarti
menerka esok hari yang akan terjadi
Salah jika kukatakan ini bermimpi
Mimpi hanyalah khayalan kosong saat kau tak mengerti
Bualan - bualan dari angin senja yang akan menjadi gelap
dingin dan menyakitkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar